Monday, April 23, 2012
Tata Kota Pangkalpinang
tata Kota Pangkalpinang menunjukkan ciri-ciri kota kolonial yang tumbuh pada awal abad 20. Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 1913, Belanda memindahkan ibukota Keresidenan Bangka dari Muntok ke Pangkalpinang. Pemindahan ini sekaligus memisahkan administrasi pemerintahan dengan administrasi pertambangan timah. Admninistrasi pertambangan timah tetap berlokasi di Muntok sedangkan Pangkalpinang menjadi pusat administrasi pemerintahan. Sebagai kota yang memiliki masyarakat yang heterogen, penduduk Pangkalpinang terutama didominasi oleh kelompok etnis Melayu, Eropa dan Cina. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa tempat tinggal kelompok etnis melayu yang tertua terdapat di Kampung Tuatunu. Pada umumnya penduduk Kampung Tuatunu bermatapencaharian sebagai petani lada. Saat ini dikarenakan harga lada turun, penduduk Tuatunu beralih menanam nanas, dan melimbang timah. Kelompok etnis Eropa secara umum tinggal di sekitar rumah tinggal residen, saat ini difungsikan menjadi rumah dinas Walikota Pangkalpinang, yang juga merupakan pusat Kota Pangkalpinang. Kelompok etnis Cina umumnya tinggal di sekitar kawasan perniagaan, yang oleh penduduk setenpat disebut ?Pasar Mambo?
Dalam sejarah pertambangan timah di Bangka disebutkan sebelum ditemukan sistem peleburan timah dengan menggunakan oven, peleburan timah dilakukan di lokasi penambangan. Pada masa pemerintahan Sultan Najamuddin, Tumenggung Dita Manggala mendirikan pusat-pusat pengawasan penggalian timah, salah satunya adalah Kota Pangkalpinang. Menurut keterangan penduduk sekitar 100 m dari lokasi penemuan ditemukan juga sisa kemudi kapal sepanjang 2 m dan tiang tambat kapal. Lokasi penemuan balok timah berupa rawa-rawa di sekitar Sungai Kulin yang merupakan anak Sungai Selindung yang bermuara di Laut Natuna. Dari hasil wawancara terhadap tokoh masyarakat, Suhaemi, diketahui bahwa pada masa lalu mata pencaharian penduduk Desa Tuatunu adalah berkebun lada. Sedangkan timah ditemukan di Desa tersebut baru 3 bulan terakhir ini. Berdasarkan latar sejarah, keadaan lingkungan dan jumlah temuan, kemungkinan lokasi penemuan merupakan tempat pengapalan timah menuju Muntok.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment