“Bagaimana perkembangan bahasa Indonesia sekarang ? “ mungkin hanya segelintir orang di Indonesia yang menanyakannya. Saya akan menjelaskan sedikit tentang bahasa Indonesia dan mengaitkannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Indonesia adalah Negara yang terdiri dari dari banyak pulau, suku, dan begitu juga bahasa. Banyak sekali ragam bahasa yang ada di Indonesia yang sering disebut dengan bahasa daerah. Tetapi Indonesia mempunyai bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia telah diresmikan penggunaanya sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia .
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak menggunakan kata bergender. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk memerinci sebuah jenis kelamin, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-laki" sebagai contohnya.
Ada juga kata yang berjenis kelamin, seperti contohnya "putri" dan "putra". Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain. Pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.Susunan kata dasar yaitu Subyek - Predikat - Obyek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau "esok"), atau petunjuk lain seperti "sudah" atau "belum".
Sebenarnya yang akan dibahas bukan tata bahasanya tapi penggunaannya di kalangan masyarakat yang berhubungan dengan perkembangan bahasa Indonesia. Di kalangan remaja kebanyakan bahasa Indonesia tidak digunakan dengan baik dan benar mungkin ini dipengaruhi oleh bahasa ibu atau tuntutan pergaulan. Bahasa Indonesia dengan tata bahasa yang baik dan benar sangat jarang digunakan dalam pergaulan tapi dalam dunia kerja kebanyakan orang menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
Kalangan remaja mengubah bahasa yang kebanyakan diadopsi dari bahasa ibu. Sering disebut” sebagai bahasa gaul yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bukan hanya dari segi pengucapan tetapi dari segi penulisannya juga banyak yang menyimpang dari penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sedikit contoh yang bisa diberikan antara lain:
• kata ganti “saya”, ada banyak yg sering digunakan seperti ; gue, ane, eke, akika, awak, dll.
• Kata “kamu” sering digantikan menjadi ; lo, lu, ente, dll.
Kata-kata diatas sebenernya tidak ada dalam bahasa Indonesia. Tapi kata-kata itu lebih sering kita jumpai dibandingkan bahasa resminya. Saya rasa ini akan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. Seharusnya kita bisa mencintai bahasa resmi Indonesia dan membawanya kedalam pergaulan sehari-hari agar bahasa Indonesia menjadi berkembang ke arah positif dan tidak punah. Seharusnya remaja dan seluruh orang Indonesia menyadari bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang resmi itu terdengar lebih sopan dibandingkan dengan bahasa pergaulan yang mereka gunakan.
Jadi intinya, perkembangan bahasa Indonesia sekarang terlihat kurang baik di masyarakatnya. Karena penggunaannya yang jarang. Kebanyakan orang lebih sering menggunakan bahasa pergaulan dibandingkan bahasa Indonesia yang resmi.
No comments:
Post a Comment